Pagi
masih begitu pagi untuk memuali aktifitas akademis, tampak Mahasiswa lalu
lalang mengejar waktu yang tak akan menunggu mereka untuk berdandan. Ada yang
melangkah bersama dengan mentari bersinar, ada yang berdesakan di dalam
angkutan umum, dan ada juga yang asyik dengan kendaraan bermotornya.
Keseluruhan dari mereka sangat menikmati semuanya. Iya semuanya.
Dalam
kesehariannya sering terlihat hal-hal tolol yang kadang di luar rasional.
Katanya itu pengorbanan. Hemmnh, sebuah
roman yang cukup menarik dan menggelitik hati. Mungkin hal itu seperti pagi
ini, tingkah yang di lakukan Dika. Setiap pagi khusunya saat hari perkuliahan,
Dika selalu hadir paling awal dan Ia pasti berdiri di lantai dua fakultasnya
saat mahasiswa lain belum hadir. Di sanalah Ia mengamati orang yang mungkin
tidak mengenalnya dan bahkan tak pernah melihat ke arah Dika.
Tampaknya
Ia hanya menjadi pengagum misterius sepanjang perkuliahan. Ya. Semester terus
berganti diikuti mahasiswa dan mahasiswi baru yang masuk lalu lalang, bahkan banyak
juga mahasiswa senior yang telah beranjak dari lingkungan kampus. Begitu juga Dika,
yang sudah semester lima dan masih sama saat semester satu dimulai, saat
pertama mengagumi wanita yang selalu Ia intai setiap pagi. Entah kapan tibanya
Ia beranjak dari lantai dua fakultas dan berhenti mengintai wanita yang bahkan
tak mengenalnya.
***
“ha..
hay”, tegur Dika dengan kikuk
“emnhh”, balas wanita itu dengan senyum
tanpa kata.
Sesaat
itu pula wanita itu berlalu meninggalkan Dika. Dengan segala kekikukannya yang
tak berlasan dan pertanyaannya yang belum sempat Ia lontarkan pada wanita itu.
Lima
semester hanya dihabiskan untuk mengintainya, sekarang langsung bertatapan dan
bisa menyapanya. Tapi masih saja wanita itu belum tahu maksud Dika, mungkin wanita
itu memang tak mau tahu akan keahadiran Dika atau memang Dika yang terlalu. Ya,
terlalu cupu.
Kadang
Dika berharap bisa kembali kemasa lalu dan ingin mengubah hal yang telah lewat,
tak jarang juga kadang Ia berharap ingin terlahir sebagai orang yang tidak
pemalu dan luwes. Tidak seperti sekarang ini, yang selalu memendam keinginan untuk
memperkenalkan diri dan menajalin hubungan hangat denga wanita yang dulu pernah
bersamanya. Bersamanya saat mereka sama-sama melewati masa opsek.
“nama
Aku Putri!”, balas wanita itu sembari menjabat tangan Dika
“iya”,
balasnya dengan senyum.
Saat
perkenalanpun mereka lalui sebelum melakukan kegiatan yang di instruksikan
kakak senior. Satu hal indah sudah dilewati di kampus hijau ini. Tinggal lagi
mengikuti kegiatan lainnya. Namun keseluruhan kegiatan tak begitu menarik dan
berkesan, yang lekat dalam ingatan dan sangat membuat Dika nyaman mengenangnya
hanyalah Putri, teman yang membuatnya mabuk. Mabuk kepo yang akhirnya membuat
Dika kehilangan nyali dan akal sehatnya.
Sebuah
kenyataan yang harus Ia telan mentah-mentah saat ini ialah, Putri sudah
memiliki pasangan. Ia tampak sangat bahagia dengan pasangannya, selain pergi
dan pulang ke kampus bersama-sama ternyata pacar putri adalah seniorer yang
Dika kenal. Sangat Ia kenal, seniorer itu adalah Abang satu kampung Dika. Namun
tingkah anehnya yang setiap pagi Ia lakoni tetap saja lekat menjadi sebuah
kebiasaan sebelum masuk kedalam kelas. Mengintai pujaan hati yang saat ini
bergandengan tangan dengan orang lain dan terlihat mesra.
Lantai
dua yang selalu menjadi markas rahasia Dika kadang-kadang iba melihat tingkah
mahasiswa ini. Tindakan irasional ini kadang mencemaskan teman-teman Dika, tak
jarang mereka mencoba menghibur Dika yang sepertinya patah arah tanpa tahu
harus kemana. Jelasnya Ia memainkan peranan yang salah sebagai seorang yang
waras.
“Apakah mungkin ini sebuah penyakit?”,
pertanyaan Dika yang kadang mencoba menyadarkan dirinya dari alam bawah
sadarnya.
“Biaralah putri bergandengan tangan dengan
siapapun yang Ia sayangi. Akan tampak indah rasanya jika melihatnya dari
kejauhan yang tak akan pernah Ia sadari. Saat pujaan hati tengah bersuka dan
saat itulah mengaguminya sebagai pengagum rahasia.”,
hibur dika kembali pada dirinya sendiri.
11 Desember 2015
Dh bikin cerpen aja ya bg... :)
BalasHapusyoi, doain sukses ya dekk>>
BalasHapusoia, promot jga ke temen2 ea...